logo

Novel Inspiratif yang Mengajarkan Resep Masakan, Cara Memasak, Mengenal Parfum dan Menjalin Cinta

Novel Inspiratif yang Mengajarkan Resep Masakan, Cara Memasak, Mengenal Parfum dan Menjalin Cinta

Judul: (Risoles Kota Manis Jilid 3)
Kompetisi Hati Chef Ay dan Manajer Hua

Penulis: Aliya Nurlela

Penerbit: FAM Publishing

Softcover: 354 halaman

ISBN: 978-602-335-408-5

Diresensi oleh: Tomi Omay kelas X

Novel RKM Jilid ke-3 masih sama, masih menceritakan tentang En yang berada di kelas kompetisi. Perbedaan dengan RKM Jilid sebelumnya ialah, di jilid ke-3 ini, tokoh En lebih dihargai oleh teman-teman di kelas kompetisinya.

Mulai dari Yance yang tidak lagi berbuat jahat kepadanya, Raini, Sitta dan pria 4Y yang sudah ramah, termasuk Om Jodit dan Om Hendratma.

Ketika membacanya, saya merasa bahagia, karena di jilid ke-3 En menjadi gadis desa yang dihargai. Tidak dibully lagi tentang pengalaman dan pengetahuannya yang mereka pikir biasa-biasa saja. En sekarang dihormati bahkan seringkali dibela ketika terjadi masalah. Mengapa itu terjadi? Semua itu terjadi karena keberhasilan En mengembalikan kelas kompetisi. Yang sebelumnya akan ditutup oleh Tuan Baozhai, sponsor terbesar Dapur Ernesto.

Di jilid ini, En diangkat menjadi ketua kelas kompetisi, karena memang ia layak mendapatkan jabatan itu. Ia dipilih oleh teman-teman di kelas kompetisi.

Namun, ... di jilid ke-3 ini, saya merasa kesal dengan sikap Chef Ay yang egois. Selalu mengatur En, bahkan di luar jam belajar di Dapur Ernesto pun, En harus menuruti apa pun yang Chef Ay katakan dan Chef Ay perintahkan. Chef Ay terlalu mengekang En karena ia menyukai En (mungkin). Chef Ay selalu merasa cemburu jika En dekat dengan Manajer Hua, namun ia terlalu gengsi untuk memperlihatkan itu semua.

Saya merasa simpati kepada Manajer Hua yang cintanya tak dibalas En. Miris sekali, padahal Manajer Hua lebih baik dan ramah dari Chef Ay. Manajer Hua tidak sering amnesia seperti Chef Ay. Manajer Hua tidak mengekang En seperti Chef Ay. Manajer Hua tidak sedingin Chef Ay (Si Penguin Kutub). Manajer Hua juga tidak merasa gengsi ketika memuji En, berbeda dengan Chef Ay alias Si Bawang itu.

Tapi kenapa? Kenapa En malah menyukai Chef Ay ketimbang Manajer Hua? Entahlah, namanya juga cinta. Sulit sekali ditebak. Karena cinta datang begitu saja. Tanpa diduga-duga.

Over all, jilid ke-3 berhasil membuat saya terbawa perasaan. Berhasil membuat saya jengkel dan kesal di setiap adegannya. Apalagi di adegan Chef Ay dan Manajer Hua yang selalu berkelahi ucapan.

Berhasil juga membuat saya tertawa di setiap adegan En yang polos. Apalagi ketika melerai Chef Ay dan Manajer Hua yang sedang berselisih dengan menggunakan bahasa Spanyol. En yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan segera melerai mereka dengan bahasa Spanyol yang Chef Ay berikan kepadanya waktu itu (satu paraghraf bahasa Spanyol yang maknanya tentang cinta). Dan juga ketika adegan di mana En trauma menaiki lift. Ia mencengkeram jari Manajer Hua sampai sakit, hingga esoknya tangan Manajer Hua diperban. Hahaha.

Berhasil pula membuat saya kecewa karena sikap En yang seolah-olah mengabaikan Manajer Hua. Itu sangat menyakitkan.

Dan di balik itu semua, novel karya Teh Aliya Nurlela juga selalu menyelipkan nilai-nilai bermanfa'at yang tersirat. Seperti mengajarkan kita agar tidak merasa putus asa ketika menuntut ilmu. Sama dengan En yang tidak pernah putus asa dalam menuntut ilmu memasaknya. Ia tetap belajar. Meskipun banyak yang menggonggonginya, namun En tetap tegar. Ia tetap berdiri tegak dan berjalan lurus ke depan. Menepis segala bentuk gonggongan itu. Ia tetap semangat hingga akhirnya ia dihormati oleh teman-temannya.

Dan juga, novel ini memberikan penjelasan tentang berbagai jenis parfum, bahan parfum sampai merk dan harga parfum itu sendiri. Dengan membaca novel ini, bertambahlah wawasan saya tentang parfum.

Juga, memberikan inspirasi tentang bahan makanan, resep masakan, dan tata cara memasak sesuatu. Dan satu lagi, dengan membaca novel ini, saya baru tahu tentang kentang berisolanin.

Jilid ke-3 sukses membuat saya baper. Ketagihan untuk membaca jilid selanjutnya.

(Tomi Omay adalah pembaca setia karya-karya Aliya Nurlela. Dia masih duduk di kelas X sebuah sekolah di Garut).