logo

Review Novel "Kelas Kompetisi ala Chef di Dapur Ernesto"

Review Novel "Kelas Kompetisi ala Chef di Dapur Ernesto"

(Risoles Kota Manis Jilid 1)

Penulis: Aliya Nurlela

Penerbit: FAM Publishing & DEM Media

Nomor ISBN: 978-602-335-312-5

Peresensi: Yanti Jayanti

Kalian pasti bertanya-tanya apa sih itu RKM? Ok, dari pada kalian nebak-nebak atau justru jadi bingung aku kasih tahu RKM itu artinya Risoles Kota Manis. Itu apa sih? Jadi RKM itu sebuah novel serial yang menceritakan tentang kompetensi memasak dan kisah percintaan sederhana namun mampu menjungkir balikan perasaan pembaca.

Ok, aku akan sedikit memberikan review tentang novel RKM ini. Jadi di bab pertama kita akan disuguhkan dengan kisah En si gadis polos yang bertemu dengan seorang lelaki tampan yang awalnya dia kira penjual nasi goreng, pedagang capcay bahkan dia mengira lelaki tampan itu petani kentang. Bukan tanpa alasan kenapa En menganggap begitu, karena tragedi kentang beracun yang mengadung solanin membuat En yakin jika lelaki tampan itu petani kentang.

Namun, pada kenyataannya lelaki tampan itu justru seorang Chef. Waw, jauh dari prediksi En, 'kan? Di dalam kisah ini pun kita akan tahu fungsi hat cook, necktie, double breasted jacket, trousers, etc. Yang berhubungan dengan dunia memasak dibahas di novel ini.

Selain itu, aku kan wong Sunda dan identik dengan semur jengkol. Dan beruntungnya di novel ini diberikan tips cara memasak semur jengkol yang uenak, ha.

Di novel ini, tidak hanya disuguhkan drama percintaan yang lebai seperti kebanyakan justru di novel ini menunjukan drama percintaan sederhana namun mampu membuat hati kaum hawa melayang tinggi.

Bukan hanya kisah percintaannya yang dikemas dengan rapih, tapi sikap En yang juga pantang menyerah.

Dan sikap sederhana yang di tunjukan En menunjukan sederhana memang lebih baik justru sikap En yang sederhana menampar kita jika sederhana itu elegant, haha. Bukan hanya kisah percintaan dan kisah inspiratif, di novel ini pun terselip kisah komedi yang mampu membuat pembaca tertawa. Salah satu adegan lucu sekaligus romantis itu ketika En memanggil Chef Ay dengan sebutan bawang dan diralat oleh Chef Ay jika tidak semua bawang menghasilkan gas propanethiol D-oxide yang membuat menangis. Itu hanya berlaku pada bawang merah. Jika aku ada di posisi En, mungkin aku akan lari terbirit-birit dengan muka merah bak kepiting rebus, haha atau kata wong Sunda mah langsung ngacir.
Dan satu lagi yang membuat aku semakin jatuh cinta dengan En adalah walaupun dia gadis polos tapi dia gadis yang cerdik. Salah satu contohnya ketika dia dihukum untuk mengangkat beras dari gudang, En dengan cerdiknya memakai sepatu roda dan berhasil menyelesaikan tugas hukuman dari Chef Ay. Ah, aku tidak bisa membayangkan jika itu terjadi dan tidak habis pikir En bisa menemukan ide sehebat itu, haha.

Banyak kisah yang bisa kita ambil dari novel ini, salah satunya sikap jujur itu perlu dalam berkompetensi jangan sampai sikap curang itu menjatuhkanmu sendiri, seperti yang terjadi pada Yance.

Aku harap banyak pembaca yang membaca cerita ini, karena kisah ini begitu inspiratif. Selamat membaca!

(Yanti Jayanti adalah pembaca setia karya-karya Aliya Nurlela. Sekarang sedang menempuh pendidikan di sebuah lembaga pendidikan kota Cirebon).