logo

Cerita Dibalik Pengambilan Foto Jun Eun Woo

Cerita Dibalik Pengambilan Foto Jun Eun Woo

Oleh: Aliya Nurlela

Saya selalu berpikir, bagaimana cara mengambil foto anak lelaki saya, Muhammad Hibatullah Al-Jundy (Jun/Jun Eun Woo)? Seperti diketahui banyak orang, Jun itu paling sulit di foto. Dia selalu menolak dan menolak. Tidak salah, kalau pemilik studio foto menyebut Ganteng Mubazir alias ganteng tapi tidak mau di foto.

Ide itu tiba-tiba hadir, saat harus mengumpulkan pas foto untuk pendaftaran kuliah. Saya senyum-senyum sendiri. Ada trik untuk "ngegombalin" anak sendiri dengan alasan di foto untuk keperluan kuliah. Akhirnya, berangkatlah ke studio foto bersama Jun Eun Woo dan kakaknya.


Sayang sekali, fotografernya tidak nyambung diajak kerjasama, sehingga saya harus berulangkali mengingatkan fotografer agar tidak banyak bertanya dan cukup menjalankan tugas saja. Satu contoh saat saya minta ngambil foto Jun yang pose bebas. Eh, fotografernya malah ragu dan bertanya, "foto untuk keperluan kuliah kan tidak harus foto pose bebas?"

Aaargh! Saya jadi jengkel, soalnya terdengar Si Jun dan jadi ikutan menolak di foto. Namun berkat kecanggihan menggombal ibunya (saya), akhirnya dia mau di foto. Meskipun berulangkali bertanya curiga, "masa' foto untuk kuliah harus pose bebas dan foto bertiga?"
Aih, kamu lugu amat, Nak! 


Saat Jun sudah mau di foto dan pose santai, eh...tiba-tiba tukang fotonya bilang, "waduh, batrei kameranya drop! Terus kamera satunya sedang disewa acara pengantin."

Heeeemmmm....kecewa berat! Kenapa tidak profesional sih?! Deuh...jauh-jauh bawa Jun Eun Woo dan sulit-sulit membangkitkan mood-nya. Akhirnya, gigit jari deh dan acara berfoto dicukupkan hanya dapat 5 foto. 

Saya sedikit cemberut, kecewa. Sementara, Jun justru bersorak, happy, tidak jadi diambil foto yang banyak. 

Nasib, nasib  

*)Aliya Nurlela, Novelis.