logo

Sepatu Pantopel

Sepatu Pantopel

Salah satu persyaratan yang harus dipakai Jun saat OSPEK adalah sepatu pantopel. Pemberitahuannya mendadak di hari Minggu, sementara Senin pukul 06.00 harus sudah sampai kampus. Otomatis, saya blingsatan. Apalagi, saya pendatang, baru dua hari tinggal di Kuningan. 

Setelah sebelumnya terpenuhi keperluan OSPEK lainnya, tinggal dua benda yang belum saya temukan dasi hitam polos dan sepatu pantopel. Khusus pencarian dasi, saya datangi 3 swalayan; Yogya, Surya dan Terbit. Hasilnya nihil. Stok dasi warna hitam di beberapa tempat, habis. Sampai Isya, saya belum mendapatkan. Sudah kontak sana-sini, siapa tahu ada yang punya dan saya beli, tapi tak satu pun yang punya. Alhamdulillah, malam-malam Jun mendapat pesan WA dari temannya, "Saya ada. Besok saya bawakan." Duh, serasa menemukan oase di Padang Pasir. 

Lanjut ke Sepatu Pantopel. Saya naik turun swalayan sampai pukul tiga sore, tidak menemukan nomor sepatu yang cocok. Ada di salah satu swalayan nomor yang cocok, tapi harganya, beuh 800 ribu rupiah! Rasanya, rugi hanya untuk dipakai dua hari. Sementara, waktu beranjak sore. Tubuh saya yang belum sehat benar, juga sudah lelah dan kepala pusing. Akhirnya, saya telepon teman SMA, Yayat DM yang sama-sama tinggal di Kuningan.

"Kang Bro, punya sepatu pantopel hitam nomor 42?"

"Ada, Al. Tapi ada talinya," jawab Yayat. 

"Alhamdulillah, tidak apa-apa pakai tali juga. Boleh dipinjam ya?"

"Boleh, Al. Aku ada beberapa kok. Ambil aja ya ke rumahku, dekat kok!"

Ya Tuhan, senang rasanya mendapat kemudahan. Alhamdulillah. 

Saya dan anak perempuan langsung meluncur ke rumah Yayat DM. Alhamdulillah, bisa berjumpa lagi dengan teman yang sudah 26 tahun tidak pernah berjumpa. Sekaligus, bisa berjumpa dengan istri dan anaknya. Di sela pembicaraan, Yayat berujar, "Maka dari itu, pentingnya kita baik-baik dan rukun-rukun waktu SMA. Sebab, akan ngefek ke waktu sekarang."

Benar, apa kata Yayat. Berkat pertemanan yang tulus, pintu-pintu kemudahan terbuka lebar. Dan, bukan hanya sepatu yang Yayat bantu, tapi termasuk buku komputer yang wajib dibawa Jun saat OSPEK. 

Terima kasih bantuannya, Kawan. Hanya Allah yang bisa membalasnya. 

#StatusJeda