logo

Apakah Jun Dicukur Gratisan?

Apakah Jun Dicukur Gratisan?

(Cerita ringan tentang Jun)

Oleh: Aliya Nurlela

Jangan salah ya, meskipun Jun dipangkas rambut di rumah dan dilakukan oleh sahabatnya, tapi itu tidak gratisan. Walaupun sahabatnya_tiap mencukur rambut Jun_selalu menolak dibayar. Tapi, tetap saya membayarnya. Saya sangat menghargai sebuah profesi. Keahlian seseorang itu, harus dihargai. Apalagi, sahabatnya ini, sudah setahunan membuka barbershop di rumahnya. Peralatan cukur dia pun cukup lengkap. Berarti, mencukur rambut adalah pekerjaan dia. 

Sekaligus saya mengajarkan pada Jun, untuk menghargai profesi dan keahlian orang lain. Jangan mentang-mentang teman, terus minta gratisan. Tidak etis itu. Dia bekerja mengeluarkan keringat, menyisihkan waktu dan apalagi dipanggil ke rumah, berarti keluar biaya buat bensin. Itu sangat patut dihargai. 😱😱


Kalaupun Jun merasa cocok dengan model rambut hasil sahabatnya, itu bagus. Saya tidak perlu repot-repot mengantar Jun ke Barbershop atau ke salon, tinggal kontak saja sahabatnya. Dan, ini sudah dua bulan berturut-turut Jun dicukur rambut oleh sahabatnya. Saya sangat berterima kasih dan bersyukur sekali, Jun meniliki sahabat yang baik dan bersikap dewasa. Ketika dia menerima uang, dia selalu bilang, "tidak usah, Ummi."

"Eh, harus diterima. Ini menghargai profesi. Teman ya tetap teman, tapi profesi itu sediri," jawab saya. 


"Tapi ini bayarannya terlalu besar, seperti standart barbershop di Jakarta."

"Itu sudah terhitung transport dan biaya panggilan. Kan Jun dipangkas rambutnya di rumah. Jadi khusus!" jawab saya. 


Sengaja saya berdialog seperti itu dengan sahabatnya di depan Jun. Agar Jun mengerti. Tidak mudah minta gratisan, meskipun ke teman. Justru, teman yang memiliki keahlian harus dihargai lebih baik agar persahabatannya itu awet dan langgeng. 💪💪❤❤

Foto: anak lelaki saya, Muhammad Hibatullah Al-Jundy (Jun)

#StatusJeda
#JunEunWoo