logo

Pria Berkacamata

Pria Berkacamata

(CUPLIKAN KISAH PERTEMUAN AWAL DENGAN PAPA-NYA NAJLA/JUN)
Oleh: Aliya Nurlela
*Bagi Anda yang penasaran

Salah satu kakak perempuan saya pernah bertanya, "pria seperti apa yang tidak kamu sukai?"

"Pria berkacamata." (Maksudnya pakai kacamata minus, bukan kacamata untuk bergaya).
"Kenapa?" tanya kakak lagi. 

"Eum...karena tidak suka saja. Tidak matching!" jawab saya tegas. 

Hingga, pernah ada seorang pria berkacamata yang menyukai saya, saya tolak. "Kenapa kamu menolakku?"

"Karena kamu berkacamata!" 😱😱

"Lho, di mana salahnya? Aku pakai kacamata, karena mataku minus!"

"Enggak salah sih, tapi aku nggak suka. Maaf ya." Begitu jujurnya jawaban saya. Tapi, sebenarnya saya tidak setega itu, itu jurus terakhir ketika ditolak dengan cara halus tidak bisa. Maka, diungkapkanlah, dengan cara terus-terang. 😱😱

Tapi...suatu hari, rasa tidak suka itu runtuh seketika! Menguap entah ke mana. Hingga, saya pun sibuk berfilosofi bahkan komat-kamit menggumamkan hadist, "Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang kamu cintai."

Hal itu berubah sejak melihat sosoknya. Sosok siapa? Ya, dia! Dia siapa? Si Ketua Lembaga itu, lho; Uhuk, uhuk. 😂😂

Tiba-tiba dia hadir di depan mata. Berperawakan tinggi, berkacamata, berambut gondrong, berkulit putih (dulu 😭), mengendarai sepeda motor. Cool. 😍 Dia turun dari motornya, berjalan ke depan ruangan untuk memimpin rapat para panitia seminar. Rambutnya yang gondrong sedikit dikibaskan. Persis di iklan-iklan shampo 😂😂  Saya yang duduk di depan, melongo. Siapa dia? Tapi tidak berani bertanya pada siapa pun, maklum panitia baru!

"Assalamualaikum, saya di sini selaku ketua lembaga..." ucapnya memulai mimpin rapat. Saya pun terhenyak! 

Ketua lembaga?! Wow, kok modis begitu ya? Tidak salah nih, dia masuk ke komunitas dakwah? Apalagi sampai jadi ketua. Wow! Saya sedikit terkesima, tapi cepat-cepat memalingkan wajah. Mencoba "ghodul bashar." 🙈🙈

Ya Tuhan, tolong selamatkan mata dan hatiku. Saya pun menoleh lagi ke depan, sambil menjaga hati 🤭🤭 Dia tampak berwibawa dengan kacamata yang dipakainya. Kok, cocok ya pakai kacamata? Waduh gawat, sejak itu, saya tidak membenci pria berkacamata lagi. 🤭🤭

Tapi saya mahasiswi semester 3, sementara dia mahasiswa semester 7. Saya panitia baru, dia ketua lembaga. Saat rapat itu, belum terjadi perkenalan. (Interaksi pertama terjadi dalam "Insiden Sekardus Kue," yang ceritanya sudah saya share di medsos). Saya hanya tahu, dia seorang ketua lembaga. Dan, sejak itu, dia sering jadi bahan "ghibah" para panitia. Dan....sejak itu pula, pandangan saya terhadap pria berkacamata berubah total. 🤭🤭🙈🙈

Catat *waktu itu belum ada serr..., baru sedikit 😂😂

(Cerita ini sengaja di share atas desakan banyak pembaca karya-karya saya yang penasaran)

Foto: Me & My Husband


#StatusJeda