logo

Bermimpilah Setinggi Mungkin

Bermimpilah Setinggi Mungkin

Usia 14 tahun, ketika pertama kali karya saya terbit di koran, saya pernah berandai-andai: "andai saya jadi redaktur yang bebas menyeleksi karya orang lain."  Impian itu terwujud setelah 22 tahun kemudian. Di mana saya disibukan dengan menyeleksi naskah-naskah. 

Ketika saya umur 30 tahun di saat buku pertama saya terbit, saya pernah berandai-andai: "andai saya memiliki penerbitan sendiri dan bisa melihat menumpuknya naskah di atas meja." Dan, 6 tahun kemudian impian itu terwujud, meskipun naskah yang menumpuk bukan di meja tapi di email. 

Tahun 2005, saya pernah nulis cerpen tentang seorang ibu rumah tangga yang diam-diam jadi penulis dan mendapat penghargaan di bidang kepenulisan, yang menjadi kejutan buat suaminya karena suaminya tidak pernah tahu kalau istrinya sebagai penulis. Dalam cerpen tersebut, saya tuliskan ekspresi kaget suaminya saat istrinya diberi penghargaan di panggung. Dan, 11 tahun kemudian, tulisan fiksi itu jadi kenyataan. Saya mendapat apresiasi yang tak terduga dengan menerima piala penghargaan di panggung bergengsi. Melebihi cerita dalam cerpen saya. 😍

Dari sini, saya yakin, impian itu akan menuntun kita untuk berbuat ke arah tujuan yang dimaksud. Untuk itu, bermimpilah setinggi mungkin, jangan nanggung!

Ada sedikit penyesalan dalam diri saya, kenapa saya tidak bermimpi setinggi-tingginya dari dulu, agar pencapain pun tinggi. Misal, impian jadi milyader yang memiliki beberapa perusahaan tapi salehah dan dermawan. 😍 Tapi tidak ada kata terlambat. Mulai hari ini, saya memiliki impian yang tinggi! 😍❤️💪

#StatusJeda
#NovelAliya
#Impian