logo

Belajar dari Sikap Seorang Ibu

Belajar dari Sikap Seorang Ibu

 

Ibu saya, usianya sudah mendekati 80 tahun, tetapi masih semangat dan gesit. Setiap saya usai dirawat di RS, beliau selalu datang mengunjungi (ke rumah kakak, tempat saya istirahat pulang dari RS) dan tak lupa selalu memberikan amplop berisi sejumlah uang. "Tidak usah, Mah."

"Hanya sedikit. Itung-itung pengganti Mamah tidak bisa nunggui di Rumah Sakit." Selalu begitu dan tidak bisa ditolak. Padahal saya bukan anak kecil lagi yang menjadi tanggunggannya. Seharusnya, sayalah yang memberi beliau bukan yang diberi.

Masih ditambah lagi memberikan uang lembaran merah pada kedua anak saya. "Alhamdulillah, rezeki seorang pensiunan," ujar Ibu. Saya jadi terharu dengan perhatian yang tiada habis dari seorang ibu. Uang, makanan, tenaga, support dan doa beliau berikan semuanya. Saya pun tergelitik bertanya, "Mah, apa harapan Mamah di usia sekarang ini?"

"Mamah ingin panjang umur tapi sehat dan tidak membebani anak-anak. Bisa melakukan segala sendiri dan membiayai hidup sendiri," ujarnya. Subhanallah...tekad yang mulia. Dan selama ini, Ibu saya bisa membiayai hidupnya sendiri_bahkan bisa berbagi_dari gaji pensiunan PNS dan dari hasil kebun dan sawah. Meskipun, sebagian anak-anaknya, selalu membantu dalam berbagai bentuk, termasuk uang tapi pemberian itu tidak dijadikan andalan bagi ibu saya. Tak jarang, pemberian itu, dibagi-bagikan lagi ke orang-orang sekitar dan cucu-cucunya.

"Mah, aku tidak mau kalah sama Mamah. Aku ingin sehat. Aku ingin sembuh. Aku tidak ingin merepotkan orang-orang lagi untuk merawatku. Doakan aku, Mah..." ucap saya. 

"Ya, semoga dengan jalan operasi, Allah mengangkat penyakitmu, menyembuhkanmu, bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Perbanyak dzikir dan baca Alquran. Dekatkan diri pada Allah. Pasrahkan, jangan ada rasa khawatir. Tenangkan pikiran dan jangan mikir yang berat-berat dulu. Makan yang banyak dan bergizi, agar Hb tidak turun lagi. Istirahat yang cukup. Mamah doakan, operasinya berjalan lancar dan proses penyembuhannya cepat."

Ya Allah, bagai mereguk air telaga yang segaaar...seketika menghilangkan haus dan dahaga. Terima kasih ya Allah, Engkau berikan seorang ibu yang begitu baik dan penuh perhatian. Jagalah beliau selalu...

Yang baik-baik dari ibu, saya ambil. Saya jadikan penyemangat. Tekad kuat untuk tidak merepotkan orang lain, mandiri, sehat selalu, semangat selalu, dan tidak lupa selalu berbagi rezeki. Semoga tercapai ya Allah. ❤️🤲🤲


Foto: tangan Aliya Nurlela bekas transfusi darah (hari ini 07/09/2020)

#StatusJeda

#InspirasiTanpaBatas