logo

Pilihan Tersulit, Pilihan Terbaik

Pilihan Tersulit, Pilihan Terbaik

Alhamdulillah...saya sudah selesai menjalani transfusi darah untuk yang ke sekian kali. Lelah? Sakit? Pasti. Setiap usai transfusi darah  selalu menyisakan lebam-lebam di tangan; bekas jarum infus besar atau pembuluh darah pecah. Belum lagi, jika transfusi darah tidak lancar atau lebih dari 3 jam, bisa dipastikan akan selalu disuntik lewat selang, selang dipuntir, urat diurut-urut atau ditepuk-tepuk. Semua itu, proses yang cukup bikin sakiiit. 😭

Saya berterima kasih atas bantuan dari para pendonor, keluarga besar dan doa serta dukungan positif dari semua pihak. Saya tidak bisa membalas kebaikan tersebut, hanya Allah yang bisa membalasnya. ❤️

Bismillah...dengan tekad yang bulat dan kepasrahan yang tinggi kepada Allah, dalam waktu dekat saya berencana menjalani operasi pengangkatan penyakit yang ada di perut saya. Terus-terang dari awal, dokter bilang operasi ini berisiko karena sebelumnya saya sudah menjalani 3 kali operasi di perut; dua kali operasi caesar dan satu kali operasi pengangkatan kista dengan panjang jahitan 17 cm melewati pusar. Namun, penyakit yang ada di perut saya sekarang ini, ukurannya makin besar. Otomatis, keluhan-keluhan sakit lain ikut menyertai; sesak napas, perut sering sakit, pendarahan deras seperti mentruasi tapi deras, badan makin lemah, tubuh lemas seolah kehilangan tenaga dan perut makin besar seperti membawa bayi. Efek lain, sering sulit tidur di malam hari. Belum lagi, HB sering turun dan harus sering transfusi darah karena sifat penyakit yang ada di perut saya, makan sel darah merah. Atas berbagai rasa sakit itu, saya akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi. (Setelah selama bertahun-tahun, saya berusaha mengobati dengan berbagai pengobatan non operasi). Bismillah... 🤲

Jika Allah meletakan penyakit di perut seorang hamba dan berisiko terhadap keselamatannya, maka Allah pasti memberikan jalan terbaik dari pengobatan yang dijalani, meskipun itu berisiko juga di mata manusia. Terakhir, dokter menyarankan saya operasi, sebelum penyakitnya lengket dan sulit diangkat. Bukan hanya penyakitnya yang harus diangkat, tetapi rahim pun harus ikut direlakan untuk diangkat. Meskipun, saya sudah memiliki keturunan, tapi jujur sedih, ketika rahim harus diangkat. 😭 Saya pun, menerima saran dokter. Saya ingin maksimal ikhtiar dalam usaha pengobatan. Saya pasrah pada Allah. Saya optimis sembuh! 💪

Alhamdulillah, saat keputusan ini harus diambil, saya sudah tinggal dekat dengan ibu, kakak-kakak, adik-adik dan keluarga besar yang sangat sayang dan perhatian. Kasih sayang dan perhatian tersebut, menguatkan saya memilih jalan terbaik. Alhamdulillah, saya juga sudah tinggal di tanah kelahiran dan mendapat limpahan kasih sayang dari banyak pihak. 

Semoga Allah memberi kesembuhan pada saya. Hanya doa & dukungan yang saya perlukan untuk saat ini. 🤲❤️🙏


Foto: Aliya Nurlela (hari ini 5/09/2020)

#StatusJeda

#InspirasiTanpaBatas